MALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur, dalam waktu dekat ini menyiapkan alat pendeteksi bagi para pegawai negeri sipil (PNS) yang membolos pada jam kerja.

 

Bupati Malang Rendra Kresna, Senin (31/10/2011) mengakui, selama ini pemantauan terhadap kinerja PNS di lingkungan Pemkab Malang masih lemah, karena mesin absensi elektronik tidak berjalan maksimal.

“Untuk absensi saja membutuhkan waktu cukup lama, padahal jumlah PNS di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mencapai ratusan, sehingga membutuhkan waktu cukup lama, apalagi untuk memasukkan PIN yang mencapai 19 digit itu juga butuh waktu,” paparnya.

 

Untuk mengurangi jumlah PNS yang membolos pada jam kerja, lanjutnya, pemkab setempat akan membeli alat pendeteksi. Kemungkinan tahun depan (2012) sudah direalisasikan.

 

Menurut Rendra, anggaran yang dibutuhkan untuk pembelian alat pendeteksi tersebut cukup besar, yakni sekitar Rp500 juta.”Dengan adanya alat pendeteksi ini diharapkan angka membolos PNS bisa dikurangi, bahkan dihapus sama sekali,” pungkas Rendra.

sprite